BANDAR CEME Sejarah di Balik Kelenteng Tertua di Manado
Menelusuri daerah Pecinan (Jl. D.I. Panjaitan) di Manado seperti membawa kita kembali ke kehidupan lampau kota tersebut. Sederet bangunan tua yang umumnya ditempati oleh etnis Tionghoa masih berdiri tegak hingga kini dan menjadi bukti keragaman masyarakat Manado yang toleran.
Salah satu bangunan bersejarah yang menarik untuk dikunjungi di daerah tersebut adalah Kelenteng Ban Hin Kiong, yang merupakan kelenteng tertua di kota Manado. Untuk mengunjungi kelenteng tertua di kota Manado ini, Anda bisa menggunakan tiket pesawat ke Manado untuk menghemat waktu dan sekalian menikmati wisata kuliner di kota yang satu ini.
Kelenteng Ban Hin Kiong didirikan pada abad ke-18 tepatnya pada 1819. Nama Ban Hin Kiong sendiri memiliki makna “Istana Penuh Berkah”. Penamaannya terdiri dari tiga kata, yakni “Ban” yang berarti “banyak”, “Hin” berarti “berkah berlimpah”, dan “Kiong” berarti “istana”.
Awalnya, kelenteng ini hanya berbentuk gubuk kecil. Seiring berjalannya waktu dan jumlah etnis Tionghoa di Manado yang semakin berkembang, maka kelenteng tersebut dibangun lebih besar dalam bentuk permanen dan terus mengalami perkembangan hingga saat ini.
Tercatat bangunan kelenteng ini sempat hancur dua kali. Pertama, akibat Perang Dunia II pada 1944. Sedangkan yang kedua akibat peristiwa pembakaran pada 14 Maret 1970. Setelah kejadian pembakaran tersebut, Nyong Loho yang merupakan ketua pembangunan kelenteng Ban Hin Kiong, memulai pembangunan kembali kelenteng.
Kelenteng yang sudah menjadi ikon sejarah kota Manado ini merupakan kelenteng Tri Dharma yang digunakan sebagai tempat beribadah bagi penganut Kong Hu Cu, Tao, dan Buddha. Menurut beberapa tokoh Tri Dharma, kelenteng ini dipercaya sudah ada pada awal masa pemerintahan Dinasti Qing di daratan Tiongkok, yakni sekitar tahun 1680-an. Ban Hin Kiong diyakini bukan hanya kelenteng tertua di Manado, melainkan yang tertua di Indonesia Timur.
Namun, bukti yang menguatkan umur kelenteng tersebut sirna akibat kejadian pembakaran pada 1970. Seluruh dokumen dan peninggalan bersejarah di dalamnya hangus terbakar. Menurut pengelola kelenteng, kejadian tersebut hanya menyisakan satu patung, yaitu patung Dewa Umur Panjang.
Kelenteng ini banyak dikunjungi wisatawan karena memiliki arsitektur khas Tiongkok klasik dan dihiasi sejumlah ornamen yang cantik. Salah satu bagian kelenteng yang paling banyak dikunjungi adalah lokasi penyimpanan dua buah meriam kuno pemberian VOC yang terletak di lantai tiga bangunan kelenteng. Pada batang meriam kuno tersebut tercetak logo VOC dan tahun pembuatannya yaitu 1778.
Jika Anda memiliki rencana berlibur ke Manado, maka kelenteng Ban Hin Kiong ini merupakan objek wisata bersejarah yang tak boleh terlewatkan. Lokasi kelenteng sangat mudah ditemukan karena terletak di pusat kota Manado. Untuk urusan akomodasi, selalu percayakan kepada Airy untuk mendapatkan tiket pesawat murah dan hotel murah terbaik dengan 7 jaminan fasilitas pada kamar penginapan pilihan Anda.
Namun tidak hanya itu saja, Airy pun menawarkan pilihan pembayaran yang fleksibel untuk para customernya. Anda bisa membayar menggunakan kartu kredit atau melakukan bayar di tempat. Bersama Airy liburan menjadi lebih mudah dan murah. Yuk, rencanakan liburan Anda bersama Airy.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar