PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Minggu, 24 Juni 2018

BANDAR CEME Candi Berusia Dua Abad di Thailand Ini Rusak Karena Tertutup Stiker Gara-gara Ulah Turis Asing

BANDAR CEME Candi Berusia Dua Abad di Thailand Ini Rusak Karena Tertutup Stiker Gara-gara Ulah Turis Asing

BANDAR CEME Candi Berusia Dua Abad di Thailand Ini Rusak Karena Tertutup Stiker Gara-gara Ulah Turis Asing



BANDAR CEME - Saat liburan di luar negeri setiap orang wisatawan wajib menjaga destinasi wisata tujuan.

Jangan sampai para turis malah merusak situs budaya dan wisata lokal.

Satu kejadian miris terjadi di Thailand memperlihatkan satu kuil atau candi di Thailand tertutup stiker.

Kuil Nong Ket Yai di Pattaya bukanlah biara kerajaan namun tidak boleh ditutupi stiker juga.

Kuil ini, yang sudah ada sejak akhir tahun 1700-an.

Namun, kalangan wisatawan dari Tiongkok dan Vietnam malah menempelkan stiker ke permukaaan kuil berusia dua abad tersebut.

Turis berkeyakinan stiker itu bisa membawa keberuntungan bagi mereka.

Kejadian ini jadi viral di Thailand.

Penduduk setempat menyatakan keprihatinan mereka pada media.

Thongdee Saeleese orang penjaga di kuil itu mengatakan turis mendapat stiker untuk dipakai sendiri.

Itu untuk mempermudah para pemandu wisata mereka.

Namun sebelum meninggalkan kuil, para wisatawan telah mengambil untuk melepaskan stiker mereka dan menempatkannya di berbagai permukaan candi.


Thongdee mengatakan kuil telah menyiapkan area bagi wisatawan Tiongkok untuk menempelkan stiker mereka

Namun, ia mengatakan para turis malah menempatkan stiker di aula dan pepohonan di sekitar kuil/

Para staf bisa melepaskan stiker itu.

Tapi mereka kesulitan karena jumlahnya yang banyak.

Thongdee mengatakan bahwa mereka sekarang telah memasang papan besar dengan pesan meminta turis untuk menempelkan stiker di tempat tersebut.

Kuil ini juga meminta pemandu untuk mememberitahu kebiasaan buruk ini.

Namun, mereka juga menyadari butuh kesadaran agar tindakan tersebut tak terulang lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar