PANTAIPOKER.NET - Annisa Rahmani, seorang penyandang disabilitas mengalami diskriminasi dari driver ojek online GrabBike. Annisa ditolak driver karena dia tuli.
Pengalaman itu diunggah Annisa di akun Instagramnya. Dia juga melaporkan insiden ini ke pihak Grab melalui Twitter.
Saat itu Annisa meminta untuk dijemput di kawasan Juanda, Bekasi, Selasa (27/3). Dia mengirim pesan kepada driver bahwa dia tuli dan meminta agar menghampiri Annisa, begitu driver sampai di lokasi penjemputan.
Namun balasan pesan yang diterima Annisa di luar dugaan. Driver tersebut mengatakan tidak mau mengangkut penumpang tuli sambil berkata-kata kasar.
"Pertama kali mandapat pesan tidak pantas, mohon segera edukasi untuk melayani baik semua orang termasuk disabilitas," tulis Annisa di Instagramnya.
Driver membatalkan pesanan dan akhirnya Annisa melakukan order ulang. Dia mendapatkan driver baru.
"Sejauh ini saya tidak marah karena bersyukur berurusan sebentar sama abang itu dan dapat pengganti lain yang lebih sopan," katanya.
Menurut Annisa, dia mengunggah percakapan dengan driver bukan untuk mencari belas kasihan. Dia hanya ingin ada pelayanan yang baik untuk para penyandang disabilitas.
"Screen shot chat abang Grab bukan untuk cari belas kasihan, melainkan membantu perbaiki etika pelayanan Indonesia via sosmed ke founder," tulis Annisa.
"Mengenai kasus ini pihak Grab sudah langsung follow up kejadiannya dengan menghubungi penumpang dan mitra yang terlibat. Sudah diselesaikan juga dengan pihak penumpangnya," ucap Mediko.
"Mitra sudah diedukasi mengenai kejadian ini dan akunnya sudah kami bekukan selama 7 hari sesuai kode etik mitra pengemudi Grab," tambahnya




Tidak ada komentar:
Posting Komentar