PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Kamis, 15 Februari 2018

Waspadai 100 Titik Banjir dan Genangan di DKI Jakarta, Berikut Datanya


-AGENPOKERTERPERCAYA Hujan yang terus menerus mengguyur sebagian besar wilayah Jakarta pada hari ini, Kamis, (15/2/2018) membuat Ibukota tidak luput dari banjir.

Berbagai titik di daerah DKI Jakarta sudah mulai digenangi air.

Menurut Humas BNBP, banjir dan genangan disebabkan oleh drainase perkotaan yang tidak mampu mengalirkan aliran permukaan.

Hujan lebat menjadi faktor utama penyebab aliran permukaan air melebihi kapasitas pengairan drainase.

Kendati demikian, redanya hujan membuat banjir dan genangan lebih cepat surut.
Sumber dari BNPB, berikut ini merupakan sebaran titik banjir dan genangan:

Jakarta Timur

Total memiliki 11 RW, yakni:
Cakung Barat (Dua RW)
jatinegara (Satu RW)
Kayu Putih (Dua RW)
Pulo Gadung (Dua RW)
Pulo Gebang (Satu RW)
Rawa Terate (Satu RW)
Rawamangun (Dua RW)


Jakarta Pusat 

Total memiliki sembilan RW, yakni:
Cempaka Putih Barat (Satu RW)
Cempaka Putih Timur (Empat RW)
Johar Baru (Satu RW)
Kartini (Satu RW)
Kramat (Satu RW)
Paseban (Satu RW)


Jakarta Selatan 

Total memiliki 56 RW, yakni:
Cengkareng Barat (Tiga RW)
Duri Kepa (Lima RW)
Duri Kosambi (Satu RW)
Jati Pulo (Satu RW)
Jelambar Baru (Satu RW)
kalideres (Dua RW)
kamal (Sembilan RW)
Kapuk (14 RW)
Kedoya Utara (Satu RW)
Kembangan Utara (Satu RW)
Rawa Buaya (Dua RW)
Tegal Alur (15 RW)
Wijaya Kesuma (Satu RW)



Jakarta Utara 
Total memiliki 24 RW, yakni:
Ancol (Satu RW)
Kamal Muara (Dua RW)
Kapuk Muara (Satu RW)
Kelapa Gading Barat (Satu RW)
Kelapa Gading Timur (Lima RW)
Lagoa (Satu RW)
Pegangsaan Dua (Delapan RW)
Penjaringan (Dua RW)
Sungai Bambu (Dua RW)
Sunter Jaya (Satu RW)

Terbatasnya resapan air menjadi faktor rentannya banjir yang ada di DKI Jakarta.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan pembangunan yang masif dengan kondisi permukaan yang kedap air, terbatasanya resapan air, dan koservasi air dan tanah menyebabkan sekitar 85 persen curah hujan yang jatuh diwilayah jakarta dikonversi menjadi aliran permukaan.

Hanya 15 persen yang tertahan di permukaan dan meresap, hal tersebut yang menyebabkan setiap hujan deras timbul banjir dan genangan.

Dirinya juga menyarankan agar kedepannya perlu diperbanyak pembangunan embung, sumur resapan, danau mini, biopori, restorasi anak-anak sungan, taman sebagai resapan air dan lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar