PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Selasa, 06 Februari 2018

Benarkah Punya Uang Banyak Mempengaruhi Perilaku Dan Pola Pikir Seseorang ?


AGEN ADU Q - Uang dapat mengubah sifat manusia. Kalimat tersebut mungkin sering Anda dengar dalam kehidupan sehari-hari. Maraknya kasus korupsi dan penghalalan berbagai cara untuk mendapatkan uang, membangun persepsi masayarakat bahwa alat pembayaran ini merupakan sesuatu yang jahat. Namun, apakah uang memang benar-benar bisa menjadi sejahat itu? Berikut beberapa penelitian yang membuktikan pendapat masyarakat tersebut.
SEMAKIN KAYA, SEMAKIN KURANG BEREMPATI
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Psychological Science” mengklaim bahwa seseorang dari kelas bawah memiliki kemampuan membaca emosi di wajah lebih baik daripada kelas atas. Ketika seseorang memiliki kemampuan tersebut, ia akan lebih mudah merasakan empati. Salah satu penulis penelitian ini—Michael Kraus dari University of California di San Fransisco—mengatakan bahwa masyrakat kelas bawah secara berkesinambungan mengalami ancaman sosial. Hal inilah yang membuat mereka lebih peka dalam menghadapi berbagai peristiwa. Saat Anda berteman dengan seseorang dari kelas bawah, mereka akan memberitahu bahwa akan ada ancaman atau peluang yang mendatangi sehingga Anda dapat memiliki emosi yang lebih tajam.
Rekan Michael dalam penelitian tersebut, Dacher Keltner dari University of California di Berkeley, sependapat dengan Michael. “Masyarakat yang berada di kelas bawah terancam oleh lingkungan, institusi dan orang lain. Salah satu cara untuk bertahan adalah dengan menjadi sangat waspada dan berhati-hati memerhatikan orang sekitar untuk bekerja sama dan menjadi satu kesatuan yang kuat,” katanya.
SEMAKIN KAYA, KIAN SERING MELAKUKAN PERBUATAAN TIDAK PANTAS
Paul K. Piff dan rekan-rekannya dari University of California di Irvine melakukan sebuah penelitian berjudul “Higher Social Class Predict Increased Unethical Behavior”. Studi yang diterbitkan dalam Proceeding of the National Academy of Sciences pada tahun 2012 tersebut menghasilkan sesuatu yang cukup menarik. Mereka menemukan bahwa pengemudi yang mengendarai mobil mewah memiliki kecenderungan empat kali lebih besar untuk tidak berhenti di zebra cross dan membiarkan pejalan kaki lewat daripada mereka yang mengendarai mobil biasa saja.
Studi yang sependapat dilakukan oleh peneliti dari Havard dan University of Utah. Hasil penelitian yang diterbitkan di “Organizational Behavior and Human Decision Processes” mengatakan bahwa seseorang akan cenderung berbohong atau berbuat tidak bermoral saat dihadapkan dengan masalah uang. Salah satu peneliti dari University of Utah, Kristin Smith-Crowe, berpendapat bahwa walau Anda kadang bermaksud baik dan mengetahui mana yang benar dan  salah, namun ada beberapa faktor yang memengaruhi cara berpikir Anda tanpa disadari—salah satunya adalah uang.
Paul K. Piff dan rekan-rekannya dari University of California di Irvine melakukan sebuah penelitian berjudul “Higher Social Class Predict Increased Unethical Behavior”. Studi yang diterbitkan dalam Proceeding of the National Academy of Sciences pada tahun 2012 tersebut menghasilkan sesuatu yang cukup menarik. Mereka menemukan bahwa pengemudi yang mengendarai mobil mewah memiliki kecenderungan empat kali lebih besar untuk tidak berhenti di zebra cross dan membiarkan pejalan kaki lewat daripada mereka yang mengendarai mobil biasa saja.
Studi yang sependapat dilakukan oleh peneliti dari Havard dan University of Utah. Hasil penelitian yang diterbitkan di “Organizational Behavior and Human Decision Processes” mengatakan bahwa seseorang akan cenderung berbohong atau berbuat tidak bermoral saat dihadapkan dengan masalah uang. Salah satu peneliti dari University of Utah, Kristin Smith-Crowe, berpendapat bahwa walau Anda kadang bermaksud baik dan mengetahui mana yang benar dan  salah, namun ada beberapa faktor yang memengaruhi cara berpikir Anda tanpa disadari—salah satunya adalah uang.

UANG MENYEBABKAN KETERGANTUNGAN
Saat sering menjadikan uang sebagai sebuah tujuan dalam melakukan sesuatu, hal ini akan berkesinambungan menjadi sebuah kebiasaan dan malah berpotensi menimbulkan ketergantungan. Dr. Tian Dayton—psikolog yang menulis banyak buku salah satunya “Trauma and Addiction”—mengatakan bahwa saat Anda ‘terobsesi’ dengan uang, otak akan melepas hormon dopamin yang membuat bahagia. Namun, dampak yang ditimbulkan akan sama dengan saat seseorang ketergantungan mengomsumsi obat atau minuman berakohol. Seseorang yang telah bergantung pada sesutu akan belajar bahkan secara tidak sadar bagaimana memanipulasi pemikirannya sendiri. Akibat yang lebih fatal lagi adalah hal tersebut dapat mengarahkan pada hal negatif seperti menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang atau kekayaan.
UANG TIDAK DAPAT MEMBELI CINTA DAN KEBAHAGIAN
Banyak orang yang mendefinisikan sukses sama dengan memiliki banyak uang. Padahal bukanlah uang yang membuat hidup berarti, namun cinta dan kebahagian. Berdasarkan American Psychological Association melakukan penelitian yang mengungkapkan fakta bahwa warga Amerika Serikat merasa lebih bahagia saat konsumsi mereka belum meningkat—misalnya di tahun 1950an.  Mengejar uang tanpa berhenti hanya akan membuat Anda selalu merasa tidak puas. Hal tersebut nantinya malah berdampak pada depresi dan membuat Anda tidak mampu menikmati hidup, bahkan tidak mampu menikmati kasih sayang tulus dari orang lain.
Setelah mengetahui faktanya, akankah Anda masih menjadikan uang sebagai tujuan hidup?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar