PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Sabtu, 20 Januari 2018

Setelah Bertahun-tahun, Pria Ini Sadar Telah Menyirami Tanaman Plastik

AGEN POKER - Kematian seseorang yang sangat dicintai tentu sulit diterima dengan mudah. Apalagi, jika ada benda kesayangan yang ditinggalkan dan diminta untuk selalu diurus. Bagaimanapun juga, wasiat itu harus dilaksanakan. Seperti yang dilakukan oleh pria ini.

1. Ia diminta menyirami tanaman peninggalan mendiang istrinya


Seorang anggota pemadam kebakaran di London, Antonia Nicol, mengunggah cuitan yang berisi cerita tentang wasiat mendiang ibunya. Ia menulis:
"Sebelum ibuku meninggal, dia memberikan instruksi ketat kepada ayahku untuk menyiram tanaman di kamar mandi. Dia sudah dengan tekun melakukannya & menjaganya tetap hidup. Tanaman itu tampak luar biasa sehingga ia memutuskan membawanya ke rumah barunya, hanya untuk mendapati bahwa semuanya plastik! Aku bisa dengar ibuku tertawa."

2. Nicol berkata momen tersebut sangat lucu.

Ia berkata kepada The Independent bahwa mendiang ibunya meninggal di usia 69 tahun pada 2013 lalu karena menderita kanker selama lima tahun. Kejadian itu begitu berat bagi keluarganya, terutama karena ayah dan ibu Nicol tinggal di Afrika Selatan, sedangkan ia tinggal di London.
Maka, ketika si ayah mengetahui bahwa tanaman peninggalan ibunya ternyata terbuat dari plastik, rasanya sangat lucu, bahkan seperti mendiang ibunya masih bersama mereka. Cuitan Nicol sendiri kini sudah mendapat lebih dari 39.000 retweets dan 132.000 likes.

3. Ayah Nicol tersentuh dengan perhatian warganet


Nicol mengaku bahwa sang ayah senang dengan tanggapan positif dari warganet. Mereka bukan hanya memuji betapa setianya si ayah terhadap pesan mendiang istrinya, tapi juga karena kelucuannya.
"Respons-responsnya secara umum bagus sekali. Ayahku terharu dengan tingkat ketertarikan mereka dan aku juga begitu. Sangat menyenangkan mendengar teman-temanku dan keluargaku mengingat ibuku lagi. Dia akan sangat menyukai ini," kata Nicol.
"Mereka bertemu saat berusia 16 tahun. Keduanya sudah bersama-sama sepanjang umur mereka. Mereka juga bekerja sama. Itu adalah tragedi bahwa mereka tak bisa menghabiskan masa tua berdua," tambahnya, sembari mengenang sang ibu yang mungkin sedang menertawakan si ayah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar