AGEN BANDARQ - Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi mengomentari rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang akan direnovasi. Salah satu renovasi yang mencolok pada rumah yang berdiri di dekat Taman Menteng itu adalah adanya elevator atau lift.
Renovasi lainnya adalah plafon, pintu, jendela, serta pemasangan lantai keramik dan marmer. "Ya saya melihat saat eksekusi, anggarannya dari mana," kata Prasetyo di Gedung DPRD DKI, Balai Kota Jakarta, Rabu (24/1)
1. Pemasangan lift sudah direncanakan
Pemasangan elevator itu direncanakan di sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP), situs Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Meski ada di LKPP, namun pengadaan elevator tidak ada dalam APBD 2018.
2. Dana pengadaan lift Rp750 juta
Pengadaan elevator pada rumah dinas dua lantai itu memiliki anggaran sebesar Rp750,2 juta. Pengadaan elevator akan dilakukan dengan skema pengadaan langsung, bukan lelang.
3. Pakai dana operasional gubernur?
Prasetyo berpikir renovasi rumah dinas Anies akan menggunakan dana operasional Anies sebagai gubernur. "Mungkin pakai dana operasionalnya? Operasional Gubernur dan Wakil Gubernur kan besar," ucap Pras -sapaan akrabnya.
4. Jika pakai APBD, DPRD siap lapor BPK
Jika pengadaan elevator itu nantinya benar menggunakan APBD, Pras mengatakan ada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang akan mengaudit.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar