PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Kamis, 18 Januari 2018

Bill Gates Lunasi Utang Nigeria (Syarat dan Ketentuan Berlaku)

AGEN QQ - Pada tahun 2014 Nigeria berutang $76 juta atau sekitar Rp1,02 triliun kepada Jepang dengan jangka waktu pelunasan 20 tahun. Utang ini menjadi bagian dari Overseas Development Assistance (ODA) yang diberikan pemerintah Jepang dalam rangka pemberantasan polio di negara Afrika yang mulai pulih diri dari resesi itu.
Untungnya, Nigeria tak perlu menunggu hingga 2024 untuk lepas dari jerat utang. Bill Gates, pengusaha piranti lunak asal Amerika Serikat yang berkali-kali didaulat sebagai orang terkaya di dunia, baru saja menjadi malaikat penyelamat dengan melunasinya lebih awal.
Sebagaimana yang dikutip Independent dari Quartz Africa, keputusan Bill & Melinda Gates Foundation diteken setelah Nigeria “mencapai lebih dari 80 persen cakupan vaksinasi setidaknya dalam satu putaran setiap tahunnya di area berisiko sangat tinggi di 80% wilayah lokal.” Nigeria mampu melewati 2017 tanpa laporan kasus polio baru. Pemerintah Jepang juga mengonfirmasi telah menerima wewenang pelunasan tersebut.
Menurut laman resminya, Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF) menjadi kanal bagi Bill dan istrinya dalam berkegiatan filantropis sejak tahun 2000. Dengan jangkauan donasi yang menyebar lebih di 100 negara, BMGF yang pusatnya terletak di Seattle, Washington D. C., AS, mendirikan kantor cabang di India, Cina, Inggris, Ethiopia, hingga Afrika Selatan. Per 2016, total karyawannya mencapai lebih dari 1.400 orang yang dipimpin oleh Dr. Susan Desmond-Hellmann selaku CEO.
Faktor yang membuat Bill Gates punya reputasi besar sebagai orang berhati malaikat adalah nilai hibah BMGF. Totalnya sejak berdiri hingga tahun 2016 mencapai $413 miliar. BMGF pun kerap didaulat sebagai lembaga donor paling murah hati sedunia. Apalagi ada banyak nama-nama besar yang mendukung finansial BMGF. Salah satunya adalah Warren Buffet, salah satu investor dan filantropis tersukses di dunia, yang juga berperan sebagai salah satu wali amanat BMGF.
Namun citra Bill Gates tak seluruhnya putih di mata khalayak. Pada 2016, Global Justice Now, sebuah lembaga pemerhati keadilan global yang berbasis di Inggris, merilis laporan cukup panjang yang menyatakan bahwa kegiatan filantropi Bill Gates berpengaruh terhadap kebijakan negara-negara lain terutama di bidang kesehatan dan agrikultur. Aktivitas filantropi Gates disebut-sebut memiliki “komitmen ideologis untuk mempromosikan kebijakan ekonomi neoliberal dan globalisasi korporasi.”
Visi ini diterjemahkan sebagai privatisasi pelayanan kesehatan dan sekolah privat oleh BMGF. Bahayanya, lanjut laporan yang sama, adalah praktik ini “mengubah kebutuhan pokok menjadi komoditas yang dikontrol oleh pasar.” Khusus untuk pendidikan, kritik datang karena teknologi yang dipakai dalam program tersebut adalah produk korporasi Bill Gates sendiri. Singkatnya, ada motivasi meraih keuntungan.
BMGF punya modal besar sampai-sampai mampu menjadi pendonor terbesar kedua Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai lembaga kesehatan privat lain. Menurut laporan Global Justice Now, lembaga-lembaga kesehatan privat memanfaatkan kedekatan dengan BMFG dan pengaruhnya ke WHO untuk memaksimalkan keu
Contohnya adalah GlaxiSmithKline dan Pfizer. Keduanya adalah produsen vaksin untuk penyakit pneumonia satu-satunya di dunia. Pneumonia adalah salah satu pembunuh anak di bawah lima tahun di dunia berkembang.
GlaxiSmithKline dan Pfizer telah menghasilkan keuntungan hingga $19 juta sejak vaksin pneumonia dirilis ke pasar global pada 2009. Keuntungan tersebut bisa didapatkan dengan memonopoli pasar sehingga bisa mematok harga vaksin yang tinggi. Sebuah lembaga swadaya masyarakat pemerhati urusan kesehatan, Médecins sans Frontières (MSF), meminta harganya diturunkan dari $60 menjadi $5.
Namun Bill Gates secara pribadi menolak seruan tersebut karena dinilai akan mencegah kedua korporasi farmasi dalam upaya “menyelamatkan jiwa bagi negara-negara miskin.” Otomatis muncul kecurigaan bahwa Bill Gates punya hubungan yang dekat dengan kedua korporasi tersebut atau terlibat kasus-kasus lain terkait monopoli produk/pelayanan kesehatan sebagaimana yang dilaporkan oleh Global Justice Now. Bill Gates disebut-sebut menjalankan strategi “monopoli yang kuat dan menguntungkan." 
Dukungan BMGF juga mengalir untuk korporasi multinasional yang bergerak di bidang industri agrikultur, dan kasus yang mencuat bahkan mendapat porsi liputan media yang lebih vulgar. Contohnya adalah kedekatan antara BMGF dengan Monsanto.
Monsanto adalah korporasi multinasional asal AS yang bergerak di bidang bioteknologi agrikultur. Perusahaan ini mengembangkan organisme yang dimodifikasi secara genetik (Genetically Modified Organism/GMO), terutama benih tanaman.
BMGF menanamkan sebagian investasinya pada Monsanto. Padahal, Monsanto dan GMO-nya telah menimbulkan kontroversi di berbagai negara, karena meski menghasilkan tanaman yang lebih tahan lama dan meningkatkan hasil panen, tapi turut menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan. Pada 2014, misalnya, aksi menolak Monsanto menyapu 52 negara di lebih dari 400 kota—termasuk di AS sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar