PANTAIPOKER | Bandar Ceme | Agen Bandar Ceme | Bandar Capsa | Ceme Keliling | Poker Online

WWW.POKERPANTAI.ORG WWW.POKERPANTAI.INFO

Pantaipoker
Berita Terkini Indonesia oleh Situs Poker Online Terbaik Se-Indonesia.

Minggu, 24 Desember 2017

Berbagi Kebahagiaan Natal Bersama Orang Asing

Natal merupakan waktu yang istimewa untuk berbagi kebahagiaan. Sejumlah warga Australia memilih merayakan Natal tidak hanya dengan keluarga dan teman-teman mereka tapi juga mengundang orang asing yang tidak bisa merayakannya bersama keluarga dan kerabat mereka.
Penyedia layanan kesehatan mental mengatakan periode Natal selalu menjadi saat-saat yang sibuk bagi hotline mereka. Ini menunjukkan bahwa Natal merupakan masa yang rentan bagi warga Australia yang menjalani musim perayaan Natal sendirian.
Di tengah tren ini, orang-orang di kota-kota besar di Australia semakin banyak yang membuka pintu bagi orang lain pada Natal ini.
Inilah yang beberapa dari mereka yang merencanakan hal tersebut.

Elizabeth Ferguson, Brisbane


Terapis pijat, Elizabeth Ferguson menggunakan media sosial awal bulan ini untuk menemukan orang asing yang hendak dijamunya pada Natal kali ini.
Pengguna media sosial yang tidak ada siapa-siapa dirumahnya ini mengirimkan pesan tersebut ke halaman komunitas Forest Lake:
"Hai, saya berharap bisa menemukan seseorang yang ingin berbagi makan siang Natal dengan kami di Forest Lake pada Hari Natal. Akan ada empat orang dewasa berusia 60an dan satu berusia 80an.
"Saya sedang memikirkan seseorang yang sendirian dan tidak punya tempat untuk dituju pada Hari Natal, seseorang yang mungkin tidak bisa menikmati jamuan makan siang Natal yang menyenangkan karena masalah keuangan.
"Semuanya disediakan termasuk permen manis tentunya. Beritahu saya tahu dan kita bisa mendiskusikan lebih jauh, ini adalah tawaran sungguhan."
Elizabeth Ferguson mengatakan bahwa dia selalu ingin membuka rumahnya kepada orang yang kesepian dan kurang beruntung namun telah diurungkan niatnya oleh anggota keluarganya yang khawatir dengan gagasan itu di masa lalu.
"Ketika orang tua saya meninggal bertahun-tahun lalu Natal pertama saya sangat menyedihkan," katanya.
"Saya memiliki dua kursi kosong di meja dan itu terjadi pada tahun yang sama ketika anak-anak saya tidak bisa ikut makan siang di Hari Natal karena mereka bersama keluarga besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar